Pemerintah di Asia minggu ini dibuat
sibuk oleh para hacker. Di saat Singapura sedang berurusan dengan seseorang
(atau kelompok) bernama “The Messiah” yang mengaku sebagai perwakilan dari
kelompok Anonymous, pemerintah Filipina juga kemarin berurusan dengan hal yang
mirip, oleh kelompok yang juga mengaku sebagai bagian dari Anonymous.
Kami
kemarin menerima kabar bahwa tujuh situs pemerintah Filipina telah di-hack oleh
Anonymous.
Seperti halnya yang terjadi di Singapura, kelompok ini memasang
sebuah video dan pesan yang menjelaskan alasan di balik serangan tersebut.
Video yang dimaksud muncul dengan pesan yang mirip dengan yang ada di Singapura:
pemerintah belum melakukan yang terbaik dalam melayani rakyatnya. Pesannya
mengatakan:
Pemerintah, dalam berbagai aspek, mengecewakan rakyat Filipina. Apa
yang dijanjikan akan diberikan kepada kami, yang dijanjikan akan diberikan oleh
para pahlawan kami, mereka rampas. Ijinkan kami mengingatkan kepada pemerintah
bahwa keadilan, kebenaran, dan kebebasan itu bukan sekedar kata-kata, tapi
perspektif.
Kelompok ini juga mengatakan bahwa akan ada “gerakan” pada tanggal
5 November (Selasa) yang disebut ”million mask march” (gerakan sejuta topeng),
dan mereka “akan mencoba menorehkan sejarah.” Pada video di YouTube di atas,
terdapat link menuju tiga situs: halaman event Facebook, situs million mask
march, dan situs Anonymous Filipina.
Gerakan ini sendiri mengajak orang-orang
untuk berkumpul di berbagai lokasi di seluruh dunia untuk melawan penindasan
dan kezaliman.
Mereka yang mengetahui insiden di Singapura mungkin tidak merasa
asing dengan tanggal 5 November. Ya, “The Messiah” mengajak rakyat Singapura
memulai protes publik dengan mengenakan pakaian hitam dan merah serta
menghitamkan foto profil Facebook mereka pada tanggal yang sama.
Kejadian di
Filipina ini tampaknya dilakukan oleh kelompok hacker yang berbeda yang
mendukung tindakan The Messiah di Singapura. Meskipun pemerintah Filipina belum
memperlihatkan kinerja terbaiknya, rakyat sudah mengamati kinerja mereka dengan
kekuatan sosial media.
Sampai saat ini, beberapa situs pemerintah Filipina yang
diserang oleh Anonymous sudah bekerja seperti semula, dan beberapa masih belum
bisa diakses. Berikut adalah lima situs yang masih belum pulih seluruhnya:
http://omb.gov.ph/
http://www.calasiao.gov.ph/
http://bolinao.gov.ph/
http://magarao.gov.ph/
http://www.vigancity.gov.ph/
Berikut pesan lengkap dari
Anonymous yang muncul di tujuh situs tersebut kemarin (diterjemahkan oleh Tech
in Asia):/p>
Salam, rakyat Filipina. Kami adalah Anonymous.
Kami minta maaf
atas ketidaknyamanan ini. Tapi ini adalah cara termudah untuk menyampaikan
pesan kami kepada kalian, saudara-saudara kami yang sudah lelah dengan
kekejaman, praktik demokrasi yang keliru, dan politisi yang egois.
Pemerintah,
dalam berbagai aspek, mengecewakan rakyat Filipina. Apa yang dijanjikan akan
diberikan kepada kami, yang dijanjikan akan diberikan oleh para pahlawan kami,
mereka rampas.
Ijinkan kami mengingatkan kepada pemerintah bahwa keadilan,
kebenaran, dan kebebasan itu bukan sekedar kata-kata, tapi perspektif.
Sebuah
gerakan, sebuah revolusi, sedang terjadi, dan ini merupakan sebuah cara untuk
menyuarakan pendapat, sebuah cara untuk bisa didengarkan. Pada tanggal 5
November 2013, kami akan mencoba menorehkan sejarah.
Tapi tentu saja ada
beberapa orang yang tidak ingin kami berbicara, dan ada juga yang meragukan
kami.
Kalian bisa makan, tidur, dan melakukan aktivitas sehari-hari kalian
seperti kawanan domba dan melihat pemerintah menertawakan kalian.
Tapi jika
kalian melihat apa yang kami lihat, merasakan apa yang kami rasakan, dan
mencari apa yang kami cari, maka kami meminta Anda untuk bergabung dengan kami,
pada tanggal 5 November di luar Batasang Pambansa dan membuka jalan menuju
kebebasan – kebebasan dari belenggu pemerintah.
Anda telah dipanggil, dan
dengan menonton ini, Anda telah dipilih.
Kepada pemerintah yang “tidak korup”,
kami menantang kalian!
Bergabung dengan kami!
Mereka yang korup – takuti kami.
Mereka yang jujur – dukung kami.
Mereka yang heroik – bergabung dengan kami.
Kami adalah Anonymous.
Kami adalah satu (One).
Pemerintah, kalian bukan
siapa-siapa (None).
Kami adalah pasukan.
Pada tanggal 5 November, kepada
pemerintah: dengar dan mengertilah. Jika tidak, tunggu kami! (Sumber:
TheRealSingapore)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah membaca artikel di atas, kalau boleh dibantu tolong berikan komentar yang relevan sesuai dengan topik pembahasan artikel di atas. Anda diperbolehkan berkomentar dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Komentar jangan mengandung SARA dan PORNO.
2. Jangan berkomentar dengan menggunakan LINK MATI apalagi LINK AKTIF.
3. Jika anda orang Indonesia yang cinta tanah air, maka berkomentarlah dengan bahasa baku dan sopan.
Jika komentar anda melanggar syarat di atas, maka komentar anda tidak akan saya publish dan akan saya tandai sebagai SPAMER.
Terima kasih atas kunjunganya ^_&