Grup hacker yang menyebut diri
sebagai Anonymous memasang video Youtube yang mengancam akan menyatakan perang
dengan pemerintah Singapura jika mereka tidak menghilangkan internet licensing
framework yang dianggap telah membatasi kebebasan berpendapat.
Video yang dimaksud, yang muncul di
internet tiga hari lalu, dihapus setelah kemarin membuat heboh di Facebook dan
Twitter dan disebarkan oleh lebih dari 2.000 orang. Tapi, video tersebut tetap
dipasang kembali di Facebook.
Salah satu isi pesan di video itu
adalah: “tujuan utama invasi kami adalah untuk memprotes implementasi internet
licensing framework dengan memberikan kalian sedikit gambaran seperti apa
kondisi dunia maya kalian apabila framework yang menjijikkan, berbau komunis,
menekan, dan menghina ini tetap diimplementasikan.”
Kemudian dilanjutkan dengan “kami
telah menghadapi badan yang jauh lebih besar dan aman seperti FBI dan NSA.
Kalian pikir IDA (Infocomm Development Authority of Singapore) akan merepotkan
kami? … jadi, camkan ketika kami mengatakan bahwa kami, Anonymous, akan berdiri
tegak membela kepercayaan kami bahwa tidak satupun pihak pemerintah yang berhak
menghilangkan hak kebebasan informasi milik rakyatnya.”
Video tersebut kemudian mengajak
“saudara-saudara rakyat Singapura” untuk memulai protes massal dengan
mengenakan pakaian hitam dan merah pada tanggal 5 November (Selasa) dan
mengganti foto profil Facebook mereka menjadi hitam seluruhnya.
Framework yang diumumkan bulan Mei
lalu ini mengharuskan situs berita yang memiliki lebih dari 50.000 pengunjung
di Singapura untuk menyediakan “jaminan performa” sebesar SGD 50.000, seperti
yang sudah dilakukan media besar di negara ini. 10 situs berita online,
kebanyakan terkait dengan pemerintah, diperintahkan untuk mengajukan lisensi,
dengan sg.news.yahoo.com sebagai satu-satunya situs non-pemerintah yang
terlibat
Raksasa internet seperti Google,
Facebook, dan eBay menentang keras gerakan ini dengan mengeluarkan pernyataan
gabungan yang mengatakan bahwa “peraturan baru ini – dan tanda-tanda tren
peraturan yang diindikasikannya – bisa menghambat kemampuan Singapura untuk
terus berinovasi, mengembangkan industri penting di dunia teknologi, dan
menarik investasi di sektor kunci ini.”
Hacker sudah mengincar pemerintah
Singapura sejak tahun lalu
Video ini mengatakan bahwa “The
Messiah”, nama samaran yang ditujukan untuk seorang hacker yang bekerja di
bawah kelompok Anonymous, adalah pelaku dari berbagai hacking yang terjadi di
Singapura tahun ini.
Di bulan September, situs Sun Ho,
penyanyi pop yang juga istri dari pastor gereja yang besar dan terkenal di
Singapura yang sedang dalam masa pengadilan hukum akibat melanggar kepercayaan
publik, di-hack oleh The Messiah. Kemudian, di bulan Oktober, situs dewan kota
Ang Mo Kio dan PAP Community Foundation, yang merupakan organisasi pemerintah,
juga diserang oleh orang yang sama. Video ini sendiri dilanjutkan dengan:
Sekarang tutup mata Anda dan
bayangkan jika pasukan Anonymous menyerang pulau kecil kalian berikut
infrastrukturnya. Kalian akan seperti dimasukkan ke kolam penuh piranha.
Tindakan ini tahun lalu memancing invasi
besar-besaran dimana 17 situs pemerintah di-hack oleh kelompok bernama
“HighTech Brazil HackTeam”. Hal itu membuat orang-orang semakin ragu terhadap
kemampuan pemerintah dalam melindungi datanya.
Ini bukanlah video pengumuman
pertama yang mengancam Singapura dan dipasang oleh Anonymous. Di bulan Januari
lalu, sebuah video pernah muncul dan menyatakan protes terhadap pemerintah yang
memproyeksikan bahwa Singapura akan memiliki tujuh juta orang penduduk di tahun
2030, naik dari 5,3 juta orang saat ini.
Meskipun sang hacker mengatakan
bahwa mereka adalah bagian dari Anonymous, pada kenyataannya kelompok ini
adalah jaringan individu yang saling terasosisasi secara acak dibawah komando
tidak terpusat. Hacker manapun bisa melibatkan diri dengan aktivitas kelompok
ini tanpa perlu meminta izin, dengan berpura-pura memiliki banner milik
kelompok tersebut.
The Straits Times di Singapura melaporkan
video ancaman ini. Tapi, laporan tersebut mengatakan bahwa ancaman tersebut
ditujukan kepada seluruh Singapura, padahal Anonymous secara jelas mengatakan
bahwa mereka mengincar pemerintahnya.
Kami adalah Anonymous, dan kami yakin bahwa
kami sudah mendapat perhatian penuh dari kalian.
Kami
juga yakin bahwa kalian sudah bertemu dengan rekan kami, The Messiah, yang
sudah memperlihatkan apa yang bisa dilakukan seorang “Anon” kepada pulau kalian
yang konon canggih. Sekarang ijinkan kami menjelaskan tujuan dari invasi
terakhir kami.
Tujuan
sekundernya adalah untuk menyambut kalian ke peraturan baru dimana tindakan
kalian yang mengabaikan kepentingan rakyat tidak akan diabaikan oleh Anonymous.
Kami sarankan kalian berhenti menjadi acuh dan mulai melayani rakyat.
Segala
bentuk pernyataan arogan dan bodoh dari pihak berkuasa terhadap rakyat tidak
akan diabaikan oleh Anonymous.
Apakah
kalian lupa untuk siapa kalian bekerja? Biasanya pekerja menghormati bosnya.
Mari kita tetap berpegang pada tradisi itu.
Tapi, tujuan utama invasi kami adalah untuk
menyuarakan protes terhadap implementasi internet licensing framework dengan
memberikan Anda sedikit gambaran seperti apa kondisi dunia maya kalian apabila
framework yang menjijikkan, berbau komunis, menekan, dan menghina ini tetap
diimplementasikan.
Sudahkah
saya menyebutkan bahwa serangan sebelumnya dilakukan oleh seorang anggota
Anonymous?
Sekarang, tutup mata Anda dan bayangkan jika
pasukan Anonymous menyerang pulau kecil kalian berikut infrastrukturnya. Kalian
akan seperti dimasukkan ke dalam kolam penuh piranha.
Kami
sudah menghadapi badan yang lebih besar dan aman seperti FBI dan NSA.
Apakah
kalian pikir IDA akan merepotkan kami?
Lagipula,
keamanan hanyalah sebuah ilusi bagi waktu dan sikap acuh.
Jadi,
camkan bahwa kami, Anonymous, akan berdiri tegak membela keyakinan kami bahwa
tidak satupun pihak pemerintah yang berhak menghilangkan kebebasan informasi
milik rakyatnya.
Tidak
ada yang berhak menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dibaca oleh
seseorang.
Itu
adalah landasan dasar demokrasi dan kami akan menggunakan semua yang kami
miliki untuk melindunginya bagaimanapun juga.
Kami
ingin kalian mempertimbangkan peraturan framework kalian atau kami akan memaksa
untuk berperang dengan Anda. Tiap kali Anda menghilangkan hak informasi seorang
rakyat, kami akan membuat Anda mengalami kerugian finansial dengan serangan
cyber yang agresif. Serangan yang tidak akan bisa dihentikan oleh sistem
keamanan kalian yang bernilai USD 130 juta itu.
Lagipula,
bagaimana kalian akan menghentikan sebuah gagasan?
Kalian
bisa saja cukup berambisi untuk menghentikan kami, tapi ingat, kalian
bergantung pada orang-orang yang Anda incar ini:
Kami memasak makanan kalian, kami membuang
sampah kalian, kami mendidik anak-anak kalian, kami beri kalian gaji yang
tinggi, kami memberi makan keluarga kalian, kami juga menjaga kalian selagi
kalian tidur!
Membuat
kami marah bukanlah pilihan yang bijak.
Terakhir,
kami mengajak saudara-saudara rakyat Singapura untuk ikut dalam protes ini
dengan mengenakan pakaian hitam dan merah pada tanggal 5 November untuk
mewarnai jalan-jalan dengan warna yang melambangkan emosi rakyat Singapura saat
ini.
Kami mengajak kalian untuk menghitamkan foto
profil Facebook Anda selama sehari penuh dengan status:
Saya
adalah rakyat Singapura dan saya sudah capek ditekan! Saya ingin kebebasan saya
kembali!!
Anonymous
akan membuat protes virtual bersama Anda.
Mari
kita perlihatkan rasa frustrasi kita dalam persatuan yang rapi dan tak terlihat
yang akan terus hidup selama ribuan tahun. Tindakan ini mungkin tidak akan
menciptakan perubahan politis, tapi ini adalah langkah pertama menuju
pengkondisian mental yang diperlukan untuk mencapai tujuan kita.
Ingat,
tanggal 5 November.
Kami
adalah Anonymous, kami adalah pasukan.
Kami
tidak mengampuni, kami tidak lupa.
Tunggu kami!
Anonymous kembali
beraksi dengan mengancam pemerintah Singapura lewat Youtube
November 1, 2013
at 9:00 am
Terence Lee
Share
4
0
0
0
0
Grup hacker yang menyebut diri sebagai Anonymous memasang video Youtube
yang mengancam akan menyatakan perang dengan pemerintah Singapura jika
mereka tidak menghilangkan internet licensing framework yang dianggap
telah membatasi kebebasan berpendapat.
Video yang dimaksud, yang muncul di internet tiga hari lalu, dihapus
setelah kemarin membuat heboh di Facebook dan Twitter dan disebarkan
oleh lebih dari 2.000 orang. Tapi, video tersebut tetap dipasang kembali
di Facebook.
Salah satu isi pesan di video itu adalah: “tujuan utama invasi kami
adalah untuk memprotes implementasi internet licensing framework dengan
memberikan kalian sedikit gambaran seperti apa kondisi dunia maya kalian
apabila framework yang menjijikkan, berbau komunis, menekan, dan
menghina ini tetap diimplementasikan.”
Kemudian dilanjutkan dengan “kami telah menghadapi badan yang jauh lebih
besar dan aman seperti FBI dan NSA. Kalian pikir IDA (Infocomm
Development Authority of Singapore) akan merepotkan kami? … jadi, camkan
ketika kami mengatakan bahwa kami, Anonymous, akan berdiri tegak
membela kepercayaan kami bahwa tidak satupun pihak pemerintah yang
berhak menghilangkan hak kebebasan informasi milik rakyatnya.”
Video tersebut kemudian mengajak “saudara-saudara rakyat Singapura”
untuk memulai protes massal dengan mengenakan pakaian hitam dan merah
pada tanggal 5 November (Selasa) dan mengganti foto profil Facebook
mereka menjadi hitam seluruhnya.
Framework yang diumumkan bulan Mei lalu ini mengharuskan situs berita
yang memiliki lebih dari 50.000 pengunjung di Singapura untuk
menyediakan “jaminan performa” sebesar SGD 50.000, seperti yang sudah
dilakukan media besar di negara ini. 10 situs berita online, kebanyakan
terkait dengan pemerintah, diperintahkan untuk mengajukan lisensi,
dengan sg.news.yahoo.com sebagai satu-satunya situs non-pemerintah yang
terlibat
Raksasa internet seperti Google, Facebook, dan eBay menentang keras
gerakan ini dengan mengeluarkan pernyataan gabungan yang mengatakan
bahwa “peraturan baru ini – dan tanda-tanda tren peraturan yang
diindikasikannya – bisa menghambat kemampuan Singapura untuk terus
berinovasi, mengembangkan industri penting di dunia teknologi, dan
menarik investasi di sektor kunci ini.”
Hacker sudah mengincar pemerintah Singapura sejak tahun lalu
Video ini mengatakan bahwa “The Messiah”, nama samaran yang ditujukan
untuk seorang hacker yang bekerja di bawah kelompok Anonymous, adalah
pelaku dari berbagai hacking yang terjadi di Singapura tahun ini.
Di bulan September, situs Sun Ho, penyanyi pop yang juga istri dari
pastor gereja yang besar dan terkenal di Singapura yang sedang dalam
masa pengadilan hukum akibat melanggar kepercayaan publik, di-hack oleh
The Messiah. Kemudian, di bulan Oktober, situs dewan kota Ang Mo Kio dan
PAP Community Foundation, yang merupakan organisasi pemerintah, juga
diserang oleh orang yang sama. Video ini sendiri dilanjutkan dengan:
Sekarang tutup mata Anda dan bayangkan jika pasukan Anonymous
menyerang pulau kecil kalian berikut infrastrukturnya. Kalian akan
seperti dimasukkan ke kolam penuh piranha.
Tindakan ini tahun lalu memancing invasi besar-besaran dimana 17 situs
pemerintah di-hack oleh kelompok bernama “HighTech Brazil HackTeam”. Hal
itu membuat orang-orang semakin ragu terhadap kemampuan pemerintah
dalam melindungi datanya.
Ini bukanlah video pengumuman pertama yang mengancam Singapura dan
dipasang oleh Anonymous. Di bulan Januari lalu, sebuah video pernah
muncul dan menyatakan protes terhadap pemerintah yang memproyeksikan
bahwa Singapura akan memiliki tujuh juta orang penduduk di tahun 2030,
naik dari 5,3 juta orang saat ini.
Meskipun sang hacker mengatakan bahwa mereka adalah bagian dari
Anonymous, pada kenyataannya kelompok ini adalah jaringan individu yang
saling terasosisasi secara acak dibawah komando tidak terpusat. Hacker
manapun bisa melibatkan diri dengan aktivitas kelompok ini tanpa perlu
meminta izin, dengan berpura-pura memiliki banner milik kelompok
tersebut.
The Straits Times di Singapura melaporkan video ancaman ini. Tapi,
laporan tersebut mengatakan bahwa ancaman tersebut ditujukan kepada
seluruh Singapura, padahal Anonymous secara jelas mengatakan bahwa
mereka mengincar pemerintahnya.
Screenshot-2013-10-31-18.59.25
Teks lengkap dari video tersebut (diterjemahkan oleh Tech in Asia):
Kami adalah Anonymous, dan kami yakin bahwa kami sudah mendapat
perhatian penuh dari kalian.
Kami juga yakin bahwa kalian sudah bertemu dengan rekan kami, The
Messiah, yang sudah memperlihatkan apa yang bisa dilakukan seorang
“Anon” kepada pulau kalian yang konon canggih.
Sekarang ijinkan kami menjelaskan tujuan dari invasi terakhir kami.
Tujuan sekundernya adalah untuk menyambut kalian ke peraturan baru
dimana tindakan kalian yang mengabaikan kepentingan rakyat tidak akan
diabaikan oleh Anonymous. Kami sarankan kalian berhenti menjadi acuh dan
mulai melayani rakyat.
Segala bentuk pernyataan arogan dan bodoh dari pihak berkuasa terhadap
rakyat tidak akan diabaikan oleh Anonymous.
Apakah kalian lupa untuk siapa kalian bekerja? Biasanya pekerja
menghormati bosnya. Mari kita tetap berpegang pada tradisi itu.
Tapi, tujuan utama invasi kami adalah untuk menyuarakan protes terhadap
implementasi internet licensing framework dengan memberikan Anda sedikit
gambaran seperti apa kondisi dunia maya kalian apabila framework yang
menjijikkan, berbau komunis, menekan, dan menghina ini tetap
diimplementasikan.
Sudahkah saya menyebutkan bahwa serangan sebelumnya dilakukan oleh
seorang anggota Anonymous?
Sekarang, tutup mata Anda dan bayangkan jika pasukan Anonymous menyerang
pulau kecil kalian berikut infrastrukturnya. Kalian akan seperti
dimasukkan ke dalam kolam penuh piranha.
Kami sudah menghadapi badan yang lebih besar dan aman seperti FBI dan
NSA.
Apakah kalian pikir IDA akan merepotkan kami?
Lagipula, keamanan hanyalah sebuah ilusi bagi waktu dan sikap acuh.
Jadi, camkan bahwa kami, Anonymous, akan berdiri tegak membela keyakinan
kami bahwa tidak satupun pihak pemerintah yang berhak menghilangkan
kebebasan informasi milik rakyatnya.
Tidak ada yang berhak menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dibaca
oleh seseorang.
Itu adalah landasan dasar demokrasi dan kami akan menggunakan semua yang
kami miliki untuk melindunginya bagaimanapun juga.
Kami ingin kalian mempertimbangkan peraturan framework kalian atau kami
akan memaksa untuk berperang dengan Anda. Tiap kali Anda menghilangkan
hak informasi seorang rakyat, kami akan membuat Anda mengalami kerugian
finansial dengan serangan cyber yang agresif. Serangan yang tidak akan
bisa dihentikan oleh sistem keamanan kalian yang bernilai USD 130 juta
itu.
Lagipula, bagaimana kalian akan menghentikan sebuah gagasan?
Kalian bisa saja cukup berambisi untuk menghentikan kami, tapi ingat,
kalian bergantung pada orang-orang yang Anda incar ini:
Kami memasak makanan kalian, kami membuang sampah kalian, kami mendidik
anak-anak kalian, kami beri kalian gaji yang tinggi, kami memberi makan
keluarga kalian, kami juga menjaga kalian selagi kalian tidur!
Membuat kami marah bukanlah pilihan yang bijak.
Terakhir, kami mengajak saudara-saudara rakyat Singapura untuk ikut
dalam protes ini dengan mengenakan pakaian hitam dan merah pada tanggal 5
November untuk mewarnai jalan-jalan dengan warna yang melambangkan
emosi rakyat Singapura saat ini.
Kami mengajak kalian untuk menghitamkan foto profil Facebook Anda selama
sehari penuh dengan status:
Saya adalah rakyat Singapura dan saya sudah capek ditekan! Saya ingin
kebebasan saya kembali!!
Anonymous akan membuat protes virtual bersama Anda.
Mari kita perlihatkan rasa frustrasi kita dalam persatuan yang rapi dan
tak terlihat yang akan terus hidup selama ribuan tahun. Tindakan ini
mungkin tidak akan menciptakan perubahan politis, tapi ini adalah
langkah pertama menuju pengkondisian mental yang diperlukan untuk
mencapai tujuan kita.
Ingat, tanggal 5 November.
Kami adalah Anonymous, kami adalah pasukan.
Kami tidak mengampuni, kami tidak lupa.
Tunggu kami!
Baca juga: Anonymous kembali beraksi dengan mengancam pemerintah Singapura lewat Youtube http://id.techinasia.com/anonymous-ancam-pemerinta-singapura-lewat-youtube/
Baca juga: Anonymous kembali beraksi dengan mengancam pemerintah Singapura lewat Youtube http://id.techinasia.com/anonymous-ancam-pemerinta-singapura-lewat-youtube/


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah membaca artikel di atas, kalau boleh dibantu tolong berikan komentar yang relevan sesuai dengan topik pembahasan artikel di atas. Anda diperbolehkan berkomentar dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1. Komentar jangan mengandung SARA dan PORNO.
2. Jangan berkomentar dengan menggunakan LINK MATI apalagi LINK AKTIF.
3. Jika anda orang Indonesia yang cinta tanah air, maka berkomentarlah dengan bahasa baku dan sopan.
Jika komentar anda melanggar syarat di atas, maka komentar anda tidak akan saya publish dan akan saya tandai sebagai SPAMER.
Terima kasih atas kunjunganya ^_&